aku mengenalmu lewat dunia luas yang tidak nyata
awalnya aku tak peduli
berbulan,,
satu pesan darimu
berlanjut ke pesan yang lain
mengedar dari jari merasup ke dinding luar hati
akh sudahlah
***
kau bercerita
aku mendengar dengan seksama dan sesak
entah kenapa sesak
seakan jantungku terhimpit benda besar
tak kupahami hal ini
***
kau bilang tak sendiri
aku belum peduli
aku pikir aku hanya akan sambil lalu dengan sekuel tentangmu
aku salah
aku mulai tidak nyaman dengan status
aku mulai sakit
aku mulai bingung dan terkoyak
aku bilang aku harus mundur teratur
dan itu aku lakukan
sial
kau terus memaksaku mengeluarkan isi hati
sampai tumpah tak tersisa
kau tertawa
kau menertawai derita batin anak manusia yang sedang kebingungan
kau berkomentar
memberi alasan
bahkan janji yang entah jujur atau tidak,,
tak ada pembedanya
***
senyum mengembang
bocah ini mendapat yang ia inginkan
meski sangsi dan sakit hati penuh membayang
rasa was-was,,
ketakutan dengan kekecewaan
dan lari dari yang nyata ada
***
bocah ini menutup mata dan telinga
berusaha tuli dan buta
tak peduli meski di dalam yang maya berbeda
bocah ini ragu
sebenarnya yang terakui itu yang maya atau yang nyata ada??
***
dua,,
sayang pada dua
tidakkah dua demikian
tapi dua penuh misteri
yang sejati tentang dua masih belum ku ketahui
dua,,
aku sayang dua
meski dua jadikan aku yang ketiga
26 November, 2009
18 November, 2009
11 November, 2009
tetap tidak pasti
singkat
namun menjebak
entah mengapa aku seperti tak lagi peduli kata orang
seperti menutup mata dan telinga untuk hal yang tak pasti
jelasnya aku terombang-ambing
terkoyak oleh keputusan yang terkesan sembarangan
tiba-tiba aku tersesaki oleh hadirmu
padahal aku tahu aku salah dalam hal ini
aku tetap tidak peduli
aku ingin tidak peduli
setiap kali memikirkannya membuatku sesak nafas
membuatku ingin pergi jauh
tetapi tak bisa
aku belum bisa lari darimu
tapi aku akan belajar untuk lari
belajar untuk sembunyi
serta sembunyikan perasaan ini
namun menjebak
entah mengapa aku seperti tak lagi peduli kata orang
seperti menutup mata dan telinga untuk hal yang tak pasti
jelasnya aku terombang-ambing
terkoyak oleh keputusan yang terkesan sembarangan
tiba-tiba aku tersesaki oleh hadirmu
padahal aku tahu aku salah dalam hal ini
aku tetap tidak peduli
aku ingin tidak peduli
setiap kali memikirkannya membuatku sesak nafas
membuatku ingin pergi jauh
tetapi tak bisa
aku belum bisa lari darimu
tapi aku akan belajar untuk lari
belajar untuk sembunyi
serta sembunyikan perasaan ini
08 November, 2009
di bilik kecil ini
Di bilik kecil ini
ku ceritakan kisahku
kisah kita
meski kata kita sangat abstrak untuk kisah ini
biarlah kita yang abstrak ini berdiam di bilikku
melakonkan drama sekali tayang
mengisahkan setiap lekuk kehidupan yang kita jalani di waktu dan tempat yang berbeda
dalam masa yang sama
aku tetap mengisahkan keberadaanmu di bilik ini
meski menyisakan memar di sudut hati
ku ceritakan kisahku
kisah kita
meski kata kita sangat abstrak untuk kisah ini
biarlah kita yang abstrak ini berdiam di bilikku
melakonkan drama sekali tayang
mengisahkan setiap lekuk kehidupan yang kita jalani di waktu dan tempat yang berbeda
dalam masa yang sama
aku tetap mengisahkan keberadaanmu di bilik ini
meski menyisakan memar di sudut hati
Langganan:
Komentar (Atom)