21 Januari, 2009

hanya sedikit andai

andai hidup tak hanya melihat tingkahku yang kebingungan menghadapi skenario yang menyebalkan ini. andai hidup mengulurkan tangannya ( jika hidup punya tangan ) untuk membantuku melangkah menapaki terjal dan kerasnya jalan kehidupan. andai hidup selalu bawa semilir angin kesejukan di jiwa ini bukan membawa topan yang dalam sekejap memporak-porandakan tatnan jiwa yang tenang ini menjadi berserakan dan murka. aku kadang murka kepada hidup. ia mengisolirku dengan semua kekuranganku walupun sesungguhnya hidup hanya ingin jadi penuntun dan guru terbaikku. akan tetapi aku terlalu tidak sabaran dan terlalu emosi untuk menunggu hidup memberi kecerahan di jiwa ini aku terlalu muak dan bosan atas semua kesakitan ini..

ceritaku

aku memang bukan orang yang pintar untuk menulis cerita yang bisa membuat orang tertarik untuk membaca tulisanku. kadang PUN aku sulit membaca mauku sendiri. orang yang aneh. tapi ya sudahlah. terima saja takdirmu yang mengerikan ini... saat ini di tempat ini di iringi lagu starlightnya muse aku kembali ingin menulis sesuatu di tempat ini tapi ujung-ujungnya aku gak tahu mau nulis apaan??? menyebalkan otakku ini. ide muncul saat aku gak berada di depan layar komputer. ide datang di saat bokerlah, di saat makan lah, di saat nonton tevelah. bahkan saat lagi naek motor di jalan. ide yang menyebalkan.

dan

dan aku. terjebak dalam situasi yang memuakkan. aku paling benci jika harus memilih tetapi pilihan itu bak buah simalakama. sama saja aku sebenarnya tak ingin memilih tetapi hidup mengharuskanku untuk memiluh salah satu dari dua hal yang memuakkanku ini. aku sebenarnya ingin minta tolong, tapi pada siapa? masalah ini begitu rumit dan begitu mendalam deep n dark.