09 November, 2011

cerita malam

saya dan salah satu teman saya. sebut saja ndut.. (padahal udah tau siapa endut).. saat ini sedang membuka banyak rahasia.. tidak tahu akan bagaimana. tetapi banyak hal yang terbuka dan itu menyenangkan untuk di bahas.
*nakal, sayang, teman, gosip, dulu
kata kunci dalam obrolan kami
iseng di kamar ndut... foto-foto yang gak keliatan

23 Oktober, 2011

ampas


dibuang sayang
di minum enggan
*sebuah analogi kehidupan

senang-senang

*dari kiri : malik, yuke, yovi, ana, eny, ve, aku

ini adalah bagian kecil dari keluarga filsafat 2008

17 Oktober, 2011

sms

perbincangan dua sahabat di dini hari yang gerah. dalam rangka tidur yang tertunda oleh perubahan suhu.
*entah apalah itu sing jelas sumuk banget cuk.

PS: seperti sajak yang pernah B tulis entah dimana, mungkin di blog ini. "mungkin"

-1 received message 17 Oktober 2011 01;52-
from: A
"Dulu
kau pernah bilang..
kita adalah teman berduka
teman dalam sedih
kau hanya mengingatku dalam sedihmu
dan aku hanya mengingatmu dalam tiap dukaku
kini, bahkan tak sekalipun kau mengingatku
semoga kau sedang ceria di sana"

B berpikir sejenak dan mulai menulis

B: "aku masih mengingatmu
kemarin. aku berada dalam titik dimana aku tidak mengerti harus aku apakan kamu.
dimana aku dan beberapa orang di sekitarku merasa harapanmu padaku tidak hanya sebatas apa yang aku harapkan padamu.
tidak tau harus aku apakan
dan aku hanya bisa diam dan mengambil jarak untuk suatu harapan yang tidak aku ketahui kebenarannya
harapan lebih dari teman
kalau kau tidak punya harapan semacam itu tentu akan lebih baik bagi kita
tapi jika masih ada
lebih baik seperti ini
maaf"
-1 message sent 17 Oktober 2011 01:57-

-1 received message 17 Oktober 2011 02:04-
from: A
"sudah tidak ada harapan
sudah tidak ada subjek yang mengharapkan
tidak ada lagi aku yang selalu mengganggumu, mengusikmu, dan merusak kenyamanan hidupmu
hanya setitik pengakuan
tentang aku yang tak dapat kehilangan sahabat sepertimu"

B: "hahaha
dini hari yang gerah
dini hari yang afu yang bikin gak bisa tidur
dan selamat dini hari sahabat
kau tidak perlu kehilangan sahabat
kita cuma rehat sebentar dari pergumulan perasaan yang tidak sejalan
itu saja.
-1 message sent 17 Oktober 2011 02:07-

-1 received message 17 Oktober 2011 02:09-
from A: yach.. cukup memberikan sensasi tersendiri"

dan kemudian perbincangan berganti dengan umpatan dan semua kebisuan terpecah dan semoga masalah kecil dalam persahabatan panjang bisa teratasi

B: "kampretlah sumuk tenan marai raiso turu"
-1 message sent 17 Oktober 2011 02:10-

-1 received message 17 Oktober 2011 02:13-
from: A
"neng kene malah adem, udan je sek..
wis yo, nagntuk aku.. mlebu esuk
sakjane aku mau mung iseng. (biasane ra diblz).."

di hapus sms'e ki..

B; "yah kebetulan cuaca membuat tidur serasa hanya impian"
-1 message sent 17 Oktober 2011 02:14-

-1 received message 17 Oktober 2011 02:16-
from: A
"*wis turu aku.. ojo diajak beradu sajak..
sing mau we le mikir suwi kok..

B: "haha oke"
-1 message sent 17 Oktober 2011 02:16-

-Dan perbincangan berakhir-

dear u

my only one, now

bukan aku tidak pernah berpikir tentangmu
hanya saja
kau lebih dari sebuah tulisan yang bisa aku ungkapkan dalam sebuah blog
-selamat malam-

06 Agustus, 2011

kamu

Kamu
Sesuatu yang sangat baru dalam hidupku
Kamu
Sesuatu yang bisa membuatku bertahan di tempat ini
Itu kamu
Kamu yang masih percaya keberadaanku
Kamu yang masih mau membantuku
Itu kamu
Terima kasih telah menjadi orang asing terbaik yang pernah ku kenal
Salam untuk teman baru yang menyenangkan

di pagi buta

Pagi
Matahari
Dan awan yang berarak menuju selatan
Aku melihat semua itu pagi ini
Tetapi aku hanya diam
Tidak seperti awan
Aku tidak tahu arah dan tujuan
Aku tak seperti awan
Pergi kemana angin membawa
Aku tidak tahu mau kemana
Aku tidak punya angin yang bisa membawaku pergi
Tak ada pula malam yang membuatku tersamar
Hanya aku sendiri
Aku bersama kesendirian

kenapa aku cinta hujan?

Jika kau melambaikan tanganmu saat hujan, kau akan tahu betapa air hujan dapat melunturkan penat dan pekat di hati dan pikiran. Aku seperti biasa dalam perjalanan pulang ke rumah, lelah dengan kuliah, bahkan kadang lelah dengan kehidupan. Dan dengan sedikit bantuan Tuhan, hujan menemani jalanku menuju rumah, tanpa jas hujan dan ngebut, betapa dunia ini indah barang setengah jam saja.

kangen

Setiap kali albumku aku buka
Yang muncul adalah kerinduan
Tentangmu
Tentang kita

Aku benci mereka membawamu pergi
Aku benci mereka membiarkan kita jauh
Dan aku benci waktu membuat semuanya terasa lebih lama

Aku merindumu
Selayaknya air yang dirindukan dikala dahaga mengancam
Kapan kau datang?
Kapan kau kembali pulang?
Tak bisakah kau tetap tinggal?

Mereka kejam
Membiarkan kamu pergi di saat hari jadiku
Aku merindumu
Sangat amat rindu

Plarangan 01 august 2011 7;33 pm

01 Agustus, 2011

KKN

Aku berada di suatu tempat asing
dan aku harus beradaptasi secepat yang aku bisa
ini sulit
bahkan hal ini hanya terhenti di pemikiran
tapi aku harus
mau tak mau aku harus
tapi bagaimana membuat semua ini menjadi layak
membuat semua ini menjadi menyenangkan
terlalu rumit dan terlalu sempit bagiku
aku tidak bisa mengerti
dan aku tidak mendapat gambaran jelas tentang semua ini
buntu

29 Juli, 2011

permohonan

ijinkan aku satu kali saja untuk tidak melupakan sesuatu
aku tidak ingin lupa setiap sudut tempat itu
dan aku ingin terus ingat bahwa aku pernah menjadi bagian dari sejarah tempat itu


***masih plarangan

sebut ini plarangan

kau tau lekuk mu menyiksaku
kau tau semua isi tubuhmu membuatku rancu
aku pilu tapi rindu

kau adalah kehidupan yang tidak pernah aku bayangkan
kau adalah koma yang tidak pernah aku harapkan mengisi paragraf hidupku
tapi kamu sudah ada
dengan sengat dinginmu
dengan kejutan-kejutanmu
dan dengan rindu yang sering memaksaku kembali padahal aku tak ingin pergi

aku jatuh cinta
pada rumput dan bau tanahmu
pada kejutan-kejutan besarmu
pada panoramamu
dan pada kemampuanmu mengubah hidupku

di tubuhmu aku mampu merasa sakit dan bahagia layaknya manusia yang jatuh cinta
ya aku jatuh cinta padamu
tapi aku juga ingin segera meninggalkanmu

plarangan yang super kontradiktif

masih tanpa judul

aku lupa jika aku dan kamu adalah manusia tanpa koma
aku lupa bahwa kita adalah manusia yang sedang belajar berjiwa besar
aku lupa jika aku di sini dan semua adalah bhineka yang tetap menjadi bhineka
sepertinya sulit berharap bahwa tunggal ika akan ada
aku hanya cukup berharap bahwa aku dan kita bisa bertahan di jalan terjal
dan bertahan di paragraf tanpa titik dan koma ini

sebut ini dunia baru

kita di sini
kita tidak sendiri
tetapi kadang aku
aku yang berada diantara kita hanya sendiri
sebut saja ini aneh

tetapi sungguh
aku tidak terbiasa dengan keramaian semacam ini
aku terbiasa sendiri dan menyendiri

dan kini semua mendadak terasa aneh
aku harus bersosial
padahal aku manusia asosial
entahlah

yang jelas demikianlah hidupku saat ini

18 Mei, 2011

hujan sore hari



Sore ini hujan
Dan hatiku sedikit meroman karena banyak alasan
Aku mulai memikirkan banyak kemungkinan yang semakin lama mengendap menjadi kumpulan ketidakpastian
Aku benci hati selalu memenuhi jalan pikiranku
Bagaimana semakin lama hati ini semakin membuatku gila
Tak tentu dan tak menentu

Aku dihadapkan pada rasa bersalah dan rasa bosan yang teramat sangat
Aku merasa bersalah pada mereka yang telah banyak aku sakiti
Dan aku merasa bosan pada hatiku yang tak kunjung menentukan pilihan
Hatiku terus saja berubah-ubah bagai cuaca

Adakah yang bisa membantuku untuk memperbaiki ketidaknormalan ini?

*(posting yang lama tertunda publikasinya

tentang sebuah kata yang kontradiksi bernama "usia"


Ketika saya masih anak-anak saya membayangkan betapa bahagianya lepas dari kekanak-kanakan ini
Tetapi ketika saya dituntut untuk dewasa sesuai umur saya, saya merasa saya hanya ingin menjadi anak-anak
Betapa manusia tidak pernah merasa puas dengan keadaannya..
Betapa manusia terus menuntut dan kadang lupa mensyukurinya
Tetapi dituntut dewasa ternyata sangat sulit
Entah hanya aku saja yang merasakannya atau kalian juga?
Aku merasa aku harus tersenyum ketika aku sedang ingin menangis
Dan ketika aku ingin menangis aku harus menahannya
Bersembunyi terlebih dahulu agar aku tidak malu
Betapa ribetnya berusaha menjadi dewasa itu

Rasanya hanya ingin berlari dan sembunyi
Tertidur di kolong tempat tidur
Dan saat bangun aku lupa bahwa aku habis dimarahi

Tetapi aku tidak lagi bisa seperti itu
Meski aku dapat tertidur
Di saat bangun aku harus tetap menyelesaikan masalahku
Dan semua ini sungguh menyebalkan

04 Mei, 2011

permohonan maaf

maaf
aku tidak pernah bisa menjadi seperti maumu
hingga kau harus selalu meneteskan airmata untukku

maaf
aku selalu membuatmu kecewa

untuk semuanya ibu, maaf dan terima kasih banyak
i love u

10 Februari, 2011

Surat buat sahabat


Sahabat. Inilah kau di mataku sekarang ini. Meski mungkin kau belum sepenuhnya bisa menerima pendirianku ini. Telah menahun banyak hal yang kita lewati bersama. Dalam tekanan batin masing-masing,dalam pergumulan dengan perasaan masing-masing. Tapi maaf aku telah menyerah ketika kedua kalinya kau mengecewakanku. Dan ini akhir dari perasaan (cinta) ku padamu. Aku tak menyalahkanmu atas semuanya. Aku anggap ini bagian hidup yang harus aku lewati, dan kau tetap bagian dari hidupku sampai saat ini.
Aku hanya ingin menjelaskan semua ini lewat kata-kata pasti untukmu. Agar aku atau kau atau kita tidak saling menyakiti, atau menyakiti masing-masing yang ada di samping kita.
Kau tahu, kau memang cinta pertamaku, dan aku pikir juga akan jadi yang terakhir (pemikiran anak smp jaman dahulu kala), tapi ternyata tidak. Keberadaanmu dihatiku tergerus waktu. Aku sangat menyesal ketika aku harus memutuskanmu lewat surat. Dan yang lebih aku sesalkan kau mengiyakannya begitu saja, tanpa bertanya apa, bagaimana, atau mengapa. Dan kau tidak menahanku. Itu pertama kalinya aku benar-benar kecewa padamu.
Di saat yang kedua, saat kau kembali datang dalam hidupku, membawa harapan yang sama. Tetapi kau menghilang begitu saja, tanpa kabar, dan yang aku tahu kau telah memiliki yang lain. Pada saat inilah aku memutuskan pergi dari semua perasaan tentangmu. Dan benar saja, kini semua hilang, tak ada lagi yang tersisa untukmu selain kata sahabat, teman dari kecil, teman tumbuh dewasa, dan teman yang pernah mengukir kisah bersama.
Aku harap aku tidak pernah bermain di mimpimu lagi. Itu yang kau bilang. Aku harap waktu akan menggerus ketidakpastian dalam dirimu. Aku harap kau menghargai siapa yang ada di sampingmu.

Nb: aku menulismu di sini, sesuai harapanmu.
Tuyul..

03 Januari, 2011

aku benci tingkah musimanmu


Tingkahmu seperti musim
Berganti-ganti
Kadang menyebalkan,
Kadang seperti tidak kenal
Kadang sungguh dekat

Bagaimana aku harus menjaga hati jika kau terus saja membuat hatiku tak karuan?
Katakan padaku aku harus bagaimana!