Kaukah itu?
Berjalan pelan di bilik putih ini
kaukah itu?
Yang tinggalkan sudut semu di relung kalbu
kau pergi
tanpa sempat kau tau aku di sini
kau lari
tanpa tau aku tertatih d jalan sepi
kau hilang
hingga aku tak tau harus menemukanmu dimana
kaukah itu?
Kepalsuan mimpi-mimpiku
sebab kasih ini tak sampai padamu
kapankah kau akan tau?
Aku di sini masih berdiri menantimu
09 Maret, 2009
bingung
Sore yang sepi
hanya bingung yang tertoreh dalam hati
aku bingung
sangat bingung
tapi aku sendiri tak tahu apa yang membuatku bingung
aku seperti makhluk Tuhan yang tak tau arah
tak tau harus melangkah kemana
tujuanpun tak terbersit dalam benak ini
hanya kebingungan yang memenuhi seisi hati
Aku tersesat
yang ku tau hanya bumi yang masih ku pijak
hanya langit yang masih menaugi ku
saat ku menatap lurus ke depan
hanya ku lihat jalanan yang teramat panjang
jalan yang berujung pada ribuan persimpangan
saat ku menoleh ke belakang
Tuhan
aku terperanjat
aku tak mendapati jalan yang ku tempuh tadi
aku hanya bisa melihat tembok yang tinggi menjulang
seakan tak membiarkanku menoleh masa laluku
sepertinya jalan ini mengharuskanku menghadapi persimpangan di hadapanku
memaksaku untuk tak mundur satu langkahpun
dan akhirnya mau tak mau aku harus menyongsong beribu kebingungan yang menanti di hadapanku
hanya bingung yang tertoreh dalam hati
aku bingung
sangat bingung
tapi aku sendiri tak tahu apa yang membuatku bingung
aku seperti makhluk Tuhan yang tak tau arah
tak tau harus melangkah kemana
tujuanpun tak terbersit dalam benak ini
hanya kebingungan yang memenuhi seisi hati
Aku tersesat
yang ku tau hanya bumi yang masih ku pijak
hanya langit yang masih menaugi ku
saat ku menatap lurus ke depan
hanya ku lihat jalanan yang teramat panjang
jalan yang berujung pada ribuan persimpangan
saat ku menoleh ke belakang
Tuhan
aku terperanjat
aku tak mendapati jalan yang ku tempuh tadi
aku hanya bisa melihat tembok yang tinggi menjulang
seakan tak membiarkanku menoleh masa laluku
sepertinya jalan ini mengharuskanku menghadapi persimpangan di hadapanku
memaksaku untuk tak mundur satu langkahpun
dan akhirnya mau tak mau aku harus menyongsong beribu kebingungan yang menanti di hadapanku
Langganan:
Komentar (Atom)