bolehkah aku menyimpanmu di hatiku
cukup di hatiku saja
terima kasih
18 Oktober, 2010
Sekuel Biru dan senja bag. 4
Tak ada yang bisa di harap dari biru yang memudar menjadi kelabu
Tepatnya pandanganku yang memudar untuknya
Sebab kesimpulanku
Biru tak membutuhkanku
Maaf aku tidak bisa membencimu
Paradoks
Itulah istilah yang tepat untukmu ( dari sisi aku )
Apa yang aku katakan adalah kebalikan dari apa yang aku rasakan
Maaf aku tak berani jujur
Tapi untuk statement tentang benci padamu
Kali ini aku jujur
Aku tidak bisa membencimu
Sekuel langit biru dan senja bag 3
Senja kembali bermain dengan probabilitas
Berusaha sok menguasai keadaan
Senja kembali bermain dengan jiwanya sendiri
( betapa bodohnya? )
Senja berusaha mengukir jiwa di hati langit biru ( lagi2 )
Namun justru senja merasa hanya menjadi camilan di saat sepi
( umpatan ter-kasar harusnya dilontarkan untuk hal ini )
Yah
Keadaan memanfaatkan senja
Atau sebaliknya? Entahlah
Senja merasa tidak ada yang bermakna
Bahkan palsu
Kamuflase
Dan yang terjadi hanya kata
Anggap saja itu tidak pernah ada
Sekali lagi senja kalah
KALAH
Sekuel Langit biru dan senja; bag. 2
Tiba-tiba langit biru bertanya pada senja; apa aku pernah melukaimu?
Senja menjawab; tidak. Meski dalam hati senja bingung antara sakit atau sesak saat di sampingnya
Langit biru diam. Tersisa titik panjang setelah ini.
Langit biru kembali bertanya pada senja;
Bolehkah aku memiliki senja lain?
Senja menjawab; terserah ( meski dalam hati ia berkata jangan )
Langit biru kembali bertanya; benarkah?, sebab senja ini ada di sekitarmu?
Senja sejenak terdiam, mengumpulkan hati, menahan sesak yang sudah sesak, menahan lara yang sudah lara
Ia menjawab; terserah itu pilihanmu
Langit biru tersenyum
Dan kembali larut dengan obrolan tentang kehidupannya,
Sedang senja
Senja terdiam tersenyum mengikuti arus perkataan langit biru,
Tertawa ( palsu )
Dan berharap ini hanya mimpi
Senja tidak bisa memiliki langit biru
Sebab senja telah dimiliki langit biru lain
Tapi senja ingin langit biru
Senja ingin langit biru
Hanya itu saja
Langganan:
Komentar (Atom)