26 November, 2009

sayang untuk seorang dua

aku mengenalmu lewat dunia luas yang tidak nyata
awalnya aku tak peduli
berbulan,,
satu pesan darimu
berlanjut ke pesan yang lain
mengedar dari jari merasup ke dinding luar hati
akh sudahlah

***

kau bercerita
aku mendengar dengan seksama dan sesak
entah kenapa sesak
seakan jantungku terhimpit benda besar
tak kupahami hal ini

***

kau bilang tak sendiri
aku belum peduli

aku pikir aku hanya akan sambil lalu dengan sekuel tentangmu
aku salah
aku mulai tidak nyaman dengan status
aku mulai sakit
aku mulai bingung dan terkoyak

aku bilang aku harus mundur teratur
dan itu aku lakukan

sial
kau terus memaksaku mengeluarkan isi hati
sampai tumpah tak tersisa
kau tertawa
kau menertawai derita batin anak manusia yang sedang kebingungan

kau berkomentar
memberi alasan
bahkan janji yang entah jujur atau tidak,,
tak ada pembedanya

***

senyum mengembang
bocah ini mendapat yang ia inginkan
meski sangsi dan sakit hati penuh membayang
rasa was-was,,
ketakutan dengan kekecewaan
dan lari dari yang nyata ada

***

bocah ini menutup mata dan telinga
berusaha tuli dan buta
tak peduli meski di dalam yang maya berbeda
bocah ini ragu
sebenarnya yang terakui itu yang maya atau yang nyata ada??

***

dua,,
sayang pada dua
tidakkah dua demikian
tapi dua penuh misteri
yang sejati tentang dua masih belum ku ketahui
dua,,
aku sayang dua
meski dua jadikan aku yang ketiga