18 Desember, 2009

perempuan ini

perempuan dengan luka
pening,
serasa nyawa setengah melayang

perempuan dengan tangis,
tak peduli cemooh terdengar dari segala arah

perempuan ini tertawa,
menertawakan kebodohannya sendiri

perempuan ini ingin amnesia
ingin lupa pada sakitnya

perempuan dengan pisau,
ingin membelah perutnya sendiri,
mengambil hatinya,
dan menguliti sisa-sisa kasih untuk yang telah menyakiti.

perempuan dengan kemarahan,
menjambak-jambak rambutnya,
berharapdapat menegaluarkan otak dari tempurunganya,
dan menghilangkan memori tantang dia,

perempuan ini,
perempuan yang sedang sakit hati..

putus asa yang lalu

telah kuletakkan batu nisan di atas perasaan ku untukmu
telah kuhabiskan perasaanku untukmu dalam tangisku semalam
aku tak ingin lemah
tapi jiwaku berkata lain
aku tak ingin mengalah
tapi aku juga sadar tak banayak kesempatan untuk menang
ya sudah
aku mundur teratur
berucap selamat tinggal
dan benar mengubur kasih untukmu

11 Desember, 2009

di sini aku

aku bukan malaikat
tanpa keinginan dan tanpa harapan
aku tidak ingin juga di sebut setan
yang penuh nafsu dan keganjilan
aku manusia biasa
punya rupa dan nama
meski mungkin tak seindah lukisan monalisa
aku tetap punya rupa

***

aku diam
saat kau mengumpat dari belakang
aku diam saat kau berkata yang aku tak merasa bahwa itu aku
aku tetap diam
***

kini aku sakit
bukan raga
tapi jiwa
lebih menderita
sebab sakit ini kubawa kemana-mana
tak ada dokter yang bisa kucari
tak ada yang mampu menyembuhkannya
bahkan kaupenyebab sakit ku pun tak peduli

***

kau bilang salah
kau mengaku
sebatas mengaku
dan kembali menghilang di telan hari
aku benci tapi aku mencintamu

03 Desember, 2009

doa pra 19

tinggal tiga hari lagi

dan aku akan menanggalkan umur 18

berjalan semakin tua

dan entah akan ada aral seperti apa

Tuhan

aku memohon dan berdoa

semoga aku bisa memberi yang terbaik bagi mereka-mereka yang ku sayangi

tak mau dan jangan kehilangan mereka

aku ingin memberi persembahan terbaik untuk mereka semua

bukan manusia sempurna

Untuk kawan lalu yang berkata "aku tidak suka padamu"

Memang bukan manusia sempurna
tanpa cela dan manis di depan semua orang
satu memuji lima atau enam yang lain mencela
tak mungkin menerka apa yang mereka pikir tentang dirimu
sebab kamu bukan mentalis atau paranormal
hanya manusia biasa yang setiap langkah meninggalkan setitik dosa

kawan
inilah adanya manusia
tak mungkin sempurna sekalipun ia seorang nabi
selayaknya aku yang kau benci
aku juga tak memaksa untuk kau sukai
mungkin banyak dariku yang tak berkenan di hatimu
banyak dariku yang membuatmu mengutuk dalam hati
bermuka masam dan pula bertingkah kebocahan

tenang kawan
aku maklum
lebih tepatnya aku tak peduli
kau hanya figuran
aku pemain utama di sajak ini
jangan marah
sebab aku tahu marahmu hanya karena kau iri padaku sejak dulu...

butuh penangkal

menghimpun hati
bersiap dengan segala kemungkinan
saya hidup
saya harus berani mati pula
saya bahagia mungkin saya juga harus siap menderita
saya jatuh cinta saya juga harus siap terluka

entah harus siap dalam hal apalagi
jika kemudian hidup semakin mempermainkan orang-orang rapuh sepertiku
semakin seenaknya dengan merubah keadaan hanya dalam hitungan detik
mungkin perlu persiapan khusus
untuk menangkal semua itu
menangkal agar tidak tersakiti lagi