Dengan sedikit nyali yang mungkin mendekati gila
Aku menulis namamu sebagai judul posting blog ku ini
Mas Datu
Begitulah aku memanggilmu (sampai saat ini)
Aku memang tak lagi pernah bertemu denganmu selepas SMA
Tapi kau satu-satunya hal yang masih tersisa dan belum selesai di masa itu
Kau begitu singkat,
Lirih, bahkan terdiam dan pergi,
Yang tertinggal di sini hanya buku-bukumu (ingat?)
Yang kau pinjamkan padaku
Sudah, aku tak lagi ingin membuka kebodohan masa SMA ku
Apalagi yang berhubungan tentangmu
Tapi jujur kau tetap indah,
Dan aku selalu suka namamu yang antik itu
Kelak ijinkan akau menamai anakku dengan namamu
Aku mohon
sekali lagi aku panggil
Datu Presadiatma
( 29 september 2010 )