30 September, 2010

Datu prasadiatma


Dengan sedikit nyali yang mungkin mendekati gila
Aku menulis namamu sebagai judul posting blog ku ini

Mas Datu
Begitulah aku memanggilmu (sampai saat ini)
Aku memang tak lagi pernah bertemu denganmu selepas SMA
Tapi kau satu-satunya hal yang masih tersisa dan belum selesai di masa itu

Kau begitu singkat,
Lirih, bahkan terdiam dan pergi,
Yang tertinggal di sini hanya buku-bukumu (ingat?)
Yang kau pinjamkan padaku

Sudah, aku tak lagi ingin membuka kebodohan masa SMA ku
Apalagi yang berhubungan tentangmu

Tapi jujur kau tetap indah,
Dan aku selalu suka namamu yang antik itu

Kelak ijinkan akau menamai anakku dengan namamu
Aku mohon

sekali lagi aku panggil
Datu Presadiatma

( 29 september 2010 )

aku sedang bernostalgia dengan dosaku


I love the way you looking at me.
Aku suka sekali saat kau menatap mataku
Tak terbaca sorot mata itu
Tak ada yang tersirat maupun tersurat
Tapi aku suka

Dan aku kembali bernostalgia dengan cintamu yang Cuma abu-abu dan palsu
Yang Cuma terhembus layaknya angin dan terdiam kemudian hilang
Tapi aku tetap suka padamu
(29 september 2010) 19.30 wis (waktu indonesia bagian sentolo)