perlahan,
satu demi satu sayap hidupku berguguran,
melepaskan diri dan meregangkan kekuatanku untuk bertahan,,
aku kira sayap ini akan membawaku sampai pada pelangi,,
ternyata dia menjatuhkanku di tengah samudera luas,
kini aku tenggelam di dasarnya,
bak katak mencari nafas di atas air,
aku mencoba berenang naik,
berharap udara di luar sana menyelamatkan hidupku,
bila berani,
aku menyalahkan Tuhan yang memberiku sayap,
tetapi juga membiarkannya hilang dan menghancurkanku,
meski ku selalu ingat perempuan tua yang pernah membawaku selama sembilan bulan dalam perutnya berkata
"Tuhan tak hanya ingin kau bersyukur atas pemberian, tetapi juga atas kehilangan"
namun,logika ku tetap tak bisa berdamai dengan hati,
aku benci bila aku tak bisa bahagia sepenuhnya,
aku lelah terus kehilangan sayap,
sedang sayap itu datang dan menguatkanku tanpa ku minta,
ia pergi, begitu aku bergantung pada sayap itu,
mereka mengkhianatiku serta pergi dengan senyum palsu,
maaf semua,,
tak ada yang bisa diterima dari semua ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar