16 Agustus, 2010

suicide



Aku berdiri di ambang jurang
Melebur dengan ketakutan dan rasa ingin pasrah
Tak ada kau
Tak ada pula mereka
Hanya aku serta ketakutanku
Hanya jurang dan setan
Satu-satunya makhluk yang bersamaku
Menggoda,
Memaksa,
Berbisik nakal dan menyemangati hati untuk menyerah

Dan kemudian memori membangunkan mimpi
Terhampar senyum di seluruh relung ketakutan
Meski lelah manusia tidak boleh pasrah,
Pasti mati
Meski bukan dengan kehendak sendiri

2 komentar:

Yosef Adicita mengatakan...

wah lusi suka nulis puisi yaa..
bagus nak pusimu..
proficiat! saya suka :D

Unknown mengatakan...

hehe jadi malu

makasih abang