Senja kembali bermain dengan probabilitas
Berusaha sok menguasai keadaan
Senja kembali bermain dengan jiwanya sendiri
( betapa bodohnya? )
Senja berusaha mengukir jiwa di hati langit biru ( lagi2 )
Namun justru senja merasa hanya menjadi camilan di saat sepi
( umpatan ter-kasar harusnya dilontarkan untuk hal ini )
Yah
Keadaan memanfaatkan senja
Atau sebaliknya? Entahlah
Senja merasa tidak ada yang bermakna
Bahkan palsu
Kamuflase
Dan yang terjadi hanya kata
Anggap saja itu tidak pernah ada
Sekali lagi senja kalah
KALAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar